Dampak Covid Jadi Yatim
Informasi Terkini

Dampak Covid, Ribuan Anak di Indonesia Diperkirakan Jadi Yatim

Keberadaan virus Corona yang mulai menyebar mulai akhir tahun 2019, ternyata memberikan dampak secara global. Virus yang berasal dari Wuhan ini menyebar hampir ke seluruh negara yang ada di Indonesia. Meskipun penyebaran virus ini di Indonesia baru terjadi bulan Maret, namun sudah banyak masyarakat Indonesia yang tercatat sebagai pasien Covid. Kondisi ini menyebabkan banyak anak Indonesia yang menjadi yatim, berikut ulasannya.

Ribuan Anak di Indonesia Kehilangan Orang Tua Selama Pandemi Covid

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid pada tahun 10 Juni 2020, dapat dilihat jika jumlah pasien yang meninggal akibat terpapar virus Covid sebanyak 1.959 orang. Dari angka yang mencapai 2.000 ini, dapat dikatakan jika persentase kematian warga sekitar enam persen dari total jumlah yang terkonfirmasi positif. Data tersebut diperkirakan akan semakin bertambah setiap waktu.

Dampak Covid Jadi anak Yatim

Mengingat kebanyakan dari orang yang meninggal akibat virus Covid adalah orang tua, maka anak Indonesia yang saat ini kehilangan orang tuanya cukup banyak. Maka dari itu, Save teh Children meminta agar pemerintah serta semua pihak agar lebih cepat dalam menangani kasus tersebut, sehingga kehidupan mereka bisa tertolong dengan baik. Apalagi jumlah yang diperoleh tersebut tidak sedikit, melainkan ribuan.

Meskipun sebagian besar ribuan anak yang kehilangan orang tua mereka , hidup bersama keluarganya. Namun, tidak dapat dipastikan dengan baik berapa kapasitas keluarga yang mengasuh mereka. Kebanyakan anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid ini mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Tak hanya itu, mereka juga kerap harus menghadapi korban stigma dari lingkungan sekitar, sehingga pengasuhan anak perlu dipastikan.

Tidak Bisa Melihat Orang Tua untuk Terakhir Kalinya

Berbeda dengan anak anak lain yang ditinggal karena penyakit tertentu, maka mereka yang kehilangan orang tua karena Covid harus menahan kenyataan pahit. Hal ini dikarenakan prosedur pemakaman pasien sangat berbeda dengan penyakit pada umumnya. Bahkan mereka tidak diperbolehkan untuk melihat wajah orang tuanya ketika dimakamkan. Mengingat resiko terpapar virus Covid lebih tinggi.

Dampak Covid Jadi Yatim

Tentunya setiap anak menginginkan agar mereka bisa menatap wajah orang tua untuk yang terakhir kalinya. Kenyataan yang menyedihkan ini juga dialami oleh salah seorang anak pasien Covid yang ada di Indonesia. Bahkan lebih parahnya, mereka tidak diperbolehkan untuk mengetahui dimana lokasi pemakaman orang tua mereka. Akhirnya mereka hanya bisa menahan air mata dengan perasaan yang sangat sedih.

Beberapa anak yatim yang ditinggal oleh orang tuanya yang meninggal akibat Covid, mengatakan jika prosesi pemakaman tidak sesuai dengan protokol Covid. Pasalnya, di pemakaman tersebut tidak ditemukan petugas medis yang memakai baju APD. Yang ada hanya tukang gali kubur dengan jumlah 7 orang yang tidak menggunakan pakaian seadanya. Mereka pun juga tidak menggunakan sarung tangan dan juga masker wajah.

Ada juga yang tidak tahu menahu bagaimana kondisi keadaan ayahnya setelah meninggal. Mengingat petugas medis memang tak membolehkan menjenguknya sama sekali. Meskipun demikian, mau tidak mau ia harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah, agar dirinya dan keluarganya terhindar dari paparan virus Covid tersebut. Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak sampai menyia nyiakan kesempatan selagi masih bersama orang tua.

Ternyata pandemi Covid memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, termasuk dengan bertambahnya status anak yang kehilangan orang tua. Tugas memberikan perhatian kepada anak yatim tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan juga masyarakat. Sudah sepatutnya agar kita tidak menjauhkan diri, sehingga mereka merasa dikucilkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *