Uncategorized

Pengaruh Ekspresi Wajah Mainan LEGO Pada Anak

Salah satu mainan yang sudah hadir sejak tahun 1975 dan di jual secara bebas adalah mainan LEGO. Mainan yang satu ini memang merupakan salah satu jenis mainan yang menyenangkan. Selain menghadirkan bongkah balok yang bisa di rangkai, mainan ini juga menampilkan boneka orang – orangan.
Pada boneka orang – orangan tersebut, berbagai karakter wajah bermunculan. Dulu awalnya karakter wajah mainan ini identik dengan karakter tersenyum. Akan tetapi beberapa waktu belakangan ini boneka orang – orangan pada mainan bangun balok ada yang menampakkan ekspresi marah, benci dan sebagainya. Lantas, apa pengaruh ekspresi wajah seperti itu pada psikologi anak?
Kata Psikologi : Pengaruh Ekspresi Wajah Pada Mainan LEGO
Mainan bongkah balok menurut seorang pastur yang bernama Pastor Slawomir Kostrzewa mengungkapkan bahwa mainan ini populer dari Denmark dan bisa menghancurkan jiwa anak – anak. Terlebih jika anak – anak terlalu sering bermain dengan mainan tersebut.
Menurut Pastor Slawomir Kostrzewa, wajah buruk dari orang – orangan dalam permainan memang dirancang sedemikian rupa untuk menggantikan orang – orang ramah dan menjadi monster kegelapan yang memicu emosi dan dendam.
“Orang yang ramah sudah hilang dan berganti dengan munculnya monster kegelapan. Semua orang – orangan dalam mainan itu bisa memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan kognitif anak. Mereka bisa merusak jiwa dan membawa anak ke lubang gelap jika dibiarkan” ungkap Pastor Slawomir Kostrzewa seperti yang dilansir dari Telegraph.
Peringatan tentang dampak buruk atau negatif dari orang – orangan dalam mainan bongkah balok tersebut mencakup banyak seri mainan mulai dari seri Monster Fighters dan Zombie Mini Figures. Pada seri Monster Fighters, akan Anda temukan seorang tokoh bernama Lord Vampyre yang digambarkan sebagai drakula yang memiliki taring. Kemudian ia akan bertempur dengan seorang Dokter Rodney Rathbone dan juga Mayor Quinton Steele.
Pernyataan yang diungkapkan oleh Pastor Slawomir Kostrzewa bukan omong kosong. Penelitian yang dilakukan oleh University of Canterbury di New Zealand juga mengungkapkan hal yang sama. Jika anak terus menerus berhadapan dengan ekspresi jahat dan tidak tahu maksudnya, mereka akan bingung antara kebaikan dan kejahatan.
Akan tetapi tidak semua psikolog sepakat dengan hal ini. Klaim Pastor Slawomir Kostrzewa yang menghubungkan antara ekspresi wajah mainan dengan psikologi dibantah oleh seorang psikolog bernama Monika Filipowska. Monika Filipowska memiliki pandangan lain tentang mainan ini. Menurutnya jika orang tua mendampingi anak ketika bermain – main justru akan membuat anak bisa paham dan mengerti berbagai karakter orang. Dari sana orang tua dapat semakin memberitahu tentang karakter baik dan buruk yang bisa ditiru dan tidak bisa ditiru oleh anak.
Selain sang pastor, psikolog pun banyak yang angkat bicara tentang ekspresi wajah pada mainan bongkah balok tersebut. Untuk orang tua yang ingin memberikan mainan ini kepada anak, Anda bisa memberikan bongkah baloknya untuk dirangkai.
Sementara jika ada ekspresi wajah mainan yang menyeramkan dengan karakter marah, dendam atau yang lainnya maka Anda harus segera menggantikan dengan karakter lain yang lebih ramah. Atau Anda bisa menyingkirkannya agar tidak terlihat oleh anak.
Itulah sedikit informasi tentangmainan LEGO yang beberapa waktu belakangan ini banyak diperdebatkan tentang khasiat dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak. Pastikan Anda dukung tumbuh kembang anak secara maksimal dengan memberikan nutrisi dan mainan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *