Uncategorized

Zainal, Dalang Pemerkosa dan Pembunuh Yuyun Divonis Hukuman Mati

Kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan yang menimpa Yuyun di Bengkulu mengantarkan dalang tindakan kriminal yang bernama Zainal didakwa hukuman mati. Banyak pihak mengaku lega dengan vonis tersebut walau sebenarnya tak ada hukuman yang setimpal dengan hilangnya harkat martabat sekaligus nyawa seorang wanita. Lantas, seperti apa kronologi kasus Yuyun itu sendiri?
Kasus Yuyun bermula ketika 14 tersangka berkumpul di salah satu rumah seorang tersangka berinisial DE dan kemudian meminum tuak beramai – ramai. Sekitar pukul 12.31 WIB dengan kondisi mabuk, 14 tersangka keluar rumah dan duduk di tepi jalan perkebunan karet di Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Kasus tersebut bukan kasus pemerkosaan dan pembunuhan biasa karena banyak fakta mengejutkan dari kasus tersebut. Apa saja?
Fakta Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun
Enam dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun adalah anak di bawah umur
Fakta mengejutkan yang pertama dari kasus yang menimpa Yuyun adalah fakta bahwa enam orang dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun adalah anak di bawah umur. Dua diantara mereka tercatat merupakan seorang siswa SMP berisinial S dan EG yang sama – sama masih berumur 16 tahun.
Sementara delapan laki – laki lain sudah dewasa. Sidang di pengadilan sudah dilalui oleh pelaku dan rata – rata mendapatkan hukuman 10 tahun penjara. Dalangnya mendapat hukuman mati.
Tempat kejadian perkara adalah lokasi signal terkuat di wilayah tersebut
Tindakan asusila yang dilakukan oleh empat belas orang tersebut ternyata dilakukan di desa Kasie Kasubun yang merupakan lokasi dengan signal terkuat. Menurut Widyastuti, salah satu warga desa Kasie Kasubun dikatakan bahwa lokasi tempat kejadian perkara biasanya memang dijadikan sebagai tempat internetan dan tempat nongkrong banyak pemuda desa.
Sebelum ditangkap oleh polisi, tersangka pura – pura aktif dengan terlibat dalam pencarian mayat dan pemakaman Yuyun
Karena satu desa, tersangka tersebut memang sudah tahu dan mengenal Yuyun. Ketika proses pencarian mayat dan pemakaman dilakukan, tersangka juga aktif terlibat dalam proses pencarian yang dilakukan oleh polisi dan warga. Setelah terungkap, hal ini ternyata mereka lakukan dalam rangka mengelabui polisi agar tidak curiga dan tidak menangkap mereka.
Sebelum aksi keji dilakukan, pelaku mengonsumsi alkohol beramai – ramai dan nonton video porno
Video porno memang video yang harus dicekal karena dapat merusak otak dan psikologi orang yang menontonnya. Utamanya anak di bawah umur yang tidak mendapat hasrat untuk menyalurkan apa yang ditonton akan mencari pelampiasan untuk menyalurkan hasratnya. Akibatnya tindakan keji seperti pemerkosaan tak terelakkan.
Begitu juga dengan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Yuyun, sebelum gadis malang tersebut dibunuh ternyata para pelaku memerkosanya. Semua itu dilakukan setelah para pelaku menonton video porno beramai – ramai dan mengonsumsi minuman keras.
Kabar misterius beredar bahwa bangku sekolah Yuyun sering basah
Tentang kematian Yuyun, ada kabar misterius yang beredar. Setelah kematiannya beberapa waktu lalu, tiba – tiba teman sekolah Yuyun mengaku kalau meja tempat duduknya Yuyun selalu basah tanpa ada masalah dan tanpa digunakan teman – temannya.
Banyak teman yang merasa heran dengan kejadian ini dan bahkan mengaku takut dengan kejadian tersebut. Sebagian lagi mengatakan kalau arwah Yuyun masih gentayangan.
Itulah kronologi kasus Yuyun beserta fakta – fakta tentang kasus kriminal yang menimpa Yuyun. Semoga kejadian serupa tak pernah terjadi lagi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *